Header Menu

Ungkap Alasan Diadakannya Sayembara Desain Ibu Kota Negara (IKN) Baru

GARUTSELATAN.INFO- Sayembara desain ibu kota negara (IKN) baru, mulai dibuka pada Rabu (2/10/2019) lalu.
Sedangkan Sayembara terbuka (untuk umum) mulai buka pendaftaran sampai 18 Oktober 2019.

Pembangunan Akses Masuk Ibu Kota Baru foto: bisnis.tempo.co

Total hadiah yang telah disiapkan panitia senilai Rp 5 miliar  bagi para pemenang.
Yang dibagi, Pemenang I Rp 2 miliar, Pemenang II Rp 1,25 miliar, Pemenang III Rp 1 miliar, Harapan I Rp 500 juta, dan Harapan II Rp 250 juta.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, berbicara panjang lebar mengenai alasan di balik terselenggaranya sayembara ini.
Berikut penjelasan lengkap Basuki ketika ditemui di kantornya,
Jadi kami memang, setelah dideklarasikan oleh pak Presiden 16 Agustus minta izin pada DPR untuk pindah ibu kota, itu baru kita terbuka.

Sebelumnya sejak tahun 2017 kita sudah bekerja, sehingga kita sudah punya desainnya, kerangka urban desainnya kayak apa. Filosofinya kayak apa.
Tapi itu baru dari pihak kami. Dua menteri yang ditugaskan para saat itu, pak Menteri Bappenas dan Menteri PUPR.

Menteri Bappenas mengkaji keseluruhannya, untuk pada kesimpulan pindah apa enggak.
Di segi ekonomi, sosial, politik, budaya, daya dukungnya, lingkungannya, semua dia kaji, terus dengan diskusi-diskusi nasional. Kesimpulannya pindah.
Nah baru PU ditugasin buat urban design.
Namun seperti saya sampaikan, sebelum 16 Agustus kemarin kita silent, eselon I saya pun enggak tahu. Saya dengan tim yang sudah tahu.

Setelah di-declared, baru kita open. Kami sadar ini kota untuk masa depan. Masa depan itu ya buat bapak-bapak ibu-ibu, bukan buat Basuki cs.
Yang tinggal di sana pasti generasi muda.
Kita pelajari lebih dari 78 pengalaman pemindahan ibu kota di dunia.
Dari yang berhasil dan tidak berhasil. Termasuk metodologi bagaimana mereka mendesain.

Akhirnya kami putuskan, karena ini ibu kota negara dari pertama kali
Indonesia mempunyai ibu kota negara, Jakarta akarnya kan Batavia, VOC. Kita ingin mempunyai ibu kota negara Indonesia, yang mau berakar pada filosofi Indonesia.

Jadi dari apa yang sudah kami bikin kemarin, kita masukan di dalam TOR. Kami ingin semua warga negara Indonesia berperan serta, karena ini ibu kota negara.
Dan kami yakin pasti banyak yang ingin ikut.

Sehingga kami putuskan, kita sayembarakan. Dan itu juga dilakukan oleh negara-negara yang memindahkan ibu kota, salah satunya Kazakhstan.
Itu dengan sayembara, internasional Nanti kalau sudah ada pemenang 3, baru mungkin kita akan angkat lagi untuk di-enrichment
oleh internasional supaya hasilnya the best.

Sekiranya kota itu ada filosofinya. Mencerminkan kebudayaan bangsa Indonesia.
Pancasila, gotong royong, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, itu harus termasuk dalam indikator kriteria urban design. Pancasila mungkin avenue-nya lima.
Itu yang kami kemarin rancang. Tapi nanti dirancang dalam TOR pasti banyak idenya.

Kedua, ke depan untuk apa? Kita ingin kota ini mungkin beyond Indonesia.
Karena kita ingin menarik, dari pengalaman-pengalaman ibu kota yang dipindahkan, kita ingin the top talent, apakah top talent nasional apakah internasional
untuk bisa tinggal di situ.

Ternyata top talent itu kalau mau tinggal di suatu tempat bukan karena gaji, bukan mengejar uang, tapi dia mengejar value dan keluarga.
Dia harus tinggal di kota yang keluarganya terjamin. Sekolahannya bermutu, kesehatannya bermutu, environment-nya enak.

Ini kita ke depan menjadi smart city walaupun itu di tengah hutan. Konsep forest city juga tetap ada, tapi bukan hanya sekedar memindahkan.
Tapi kita memindahkan kehidupan ibu kota ini, bukan hanya pemerintahan. Sebagian dari kota Jakarta ini kita pindahkan ke sana (kehidupannya).
Itu juga menjadi kriteria untuk desainnya.

Kemudian, di sana itu bukan hutan belantara yang enggak ada orang, di sana juga ada penduduk. Sehingga harus toleran kota ini.
Didesain menjadi kota yang toleran. Kenapa, supaya multitalent tadi mau hidup, mau tinggal di sana. Jadi toleran, talent, teknologi.

Makanya tidak hanya memindahkan pemerintah saja. Karena kalau memindahkan pemerintah saja pasti kotanya tidak produktif.
Mahal kalau cuma memindahkan pemerintahan, ngapain ke sana.

Jadi tujuannya juga memeratakan pembangunan sebagai central pembangunan dari Indonesia. Semua penerbangan ke sana 2 jam semua.
Alhamdulillah ini kita bisa di tengah betul. Ini seperti Kazakhstan, di Astana itu dia juga di tengah pindahnya.

Itu, dengan konsep-konsep itu pasti kalau cuma PU saja yang melaksanakan pasti banyak kurangnya.
Kalau kita bayar konsultan, di samping mahal kita juga akan mendapatkan hanya satu desain.
Dengan sayembara, minimal dengan Rp 5 miliar kita akan dapat 3 desain dan itupun 5 hadiah untuk juara 1, juara 2,  juara 3. Dan dua juara harapan.

cnbcindonesia.com




Related Post:






  • SayembaraDesainIbuKotaNegara(IKN)Baru
  • Indonesia
  • PemindahanIbuKota
  • IbuKotaBaru
  • ProsesPemindahanIbuKota




Berita Menarik

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel 3