Iklan Header

Gerhana Matahari Cincin, Ini Terawangan Mbah Mijan, Bencana?

Admin One
Kamis, 26 Desember 2019, 20:03 WIB Last Updated 2019-12-26T22:47:30Z
Iklan
Baca Juga
GARUTSELATAN.INFO - Gerhana matahari cincin terjadi ketika bulan berada segaris dengan bumi dan matahari, serta bulan berada pada titik terjauh dengan bumi.

Mbah Mijan

Oleh karena itu, piringan bulan akan terlihat lebih kecil daripada matahari dan tidak akan menutupi piringan matahari sepenuhnya.

Gerhana matahari cincin telah dimulai pukul 12.15 WIB, fase puncaknya pada pukul 12.17 WIB, dan berakhir pada pukul 12.19 WIB.

Yang di beberapa wilayah indonesia menjadi tempat ideal seperti Padang Sidempuan, Sibolga, Kepulauan Riau, dan sebagian Kalimantan Barat bagian utara, yakni Kabupaten Singkawang.

Mbah Mijan, seorang ahli metafisika pun menangkap pertanda lain dari fenomena alam ini
disampaikan Mbah Mijan di laman Instagram pribadinya pada Rabu (25/12/2019) ini.

Dengan menggunakan ilmu titen menurutnya, gerhana diartikan sebagai sebuah pertanda pasang surutnya air laut.

"Bagi Kaum Nelayan yang memahami 'Ilmu Titen', gerhana Matahari cincin bisa diartikan sebagai gejolak alam yang berdampak pada pasang surutnya air laut. Selain itu, pasang surut air laut juga dinilai berbahaya untuk kapal-kapal yanga kan berburu ikan,"
tulis Mbah Mijan,Kamis (26/12/2019).
Baca Juga: Gerhana Matahari Cincin, ada Efek Bahaya?
Sedangkan dari kacamata metafisika, gerhana matahari cincin disebut Mbah Mijan sebagai pertanda akan datangnya bencana alam. "seperti gempa,Tanah terbelah, dan kemarau panjang yang membawa hawa dingin menusuk tulang," imbuhnya.

Menurut Mbah Mijan, dalam ajaran Islam, jika terjadi fenomena gerhana matahari, umat Islam juga dianjurkan untuk berdoa dan tetap waspada.

Baca Artikel Menarik lainnya di Google News GARUTSELATAN.INFO
Komentar

Tampilkan

Terkini


Game

+