Iklan

Ancaman Perubahan Iklim, Perlu Penanaman Satu Miliar Hektar Pohon!

Garut Selatan
Jumat, 31 Januari 2020, 09:24 WIB Last Updated 2020-01-31T02:24:08Z
GARUTSELATAN.INFO - Tanpa kita sadari Perubahan Iklim telah menjadi ancaman nyata bagi semua mahluk hidup yang ada di muka bumi ini. Suhu global diprediksi naik hingga 1,5 derajat celcius di atas suhu sebelum revolusi industri pada 2030.

Area Hutan 

Untuk solusi saat ini, laporan terakhir dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) PBB menyarankan untuk menanam 1 miliar hektar pohon.

Pohon-pohon itu diharapkan dapat membatasi kenaikan suhu global pada 1,5 derajat celcius hingga 2050.

Namun yang menjadi masalah di mana kita harus menanamnya? dan apakah Bumi masih memiliki ruang untuk 1 miliar hektar pohon?

Para peneliti dari ETH Zurich yang dipimpin oleh pakar ekologi Jean-Francois Bastin dan Tom Crowther menganalisis 80.000 foto satelit hutan di seluruh muka bumi. Mereka kemudian mengkategorikan Bumi menjadi berbagai macam area berdasarkan 10 karakteristik tanah dan iklimnya.

Luas area yang bisa ditanami pohon dikurangi lagi dengan area yang sudah ditumbuhi hutan, area yang digunakan sebagai lahan pertanian dan perkotaan. Hasilnya, Bumi bisa dengan mudah menopang 0,9 miliar hektar hutan tambahan tanpa perlu menganggu aktivitas manusia saat ini.

Negara-negara yang paling cocok untuk ditanami pohon adalah Rusia (151 juta hektar), Amerika Serikat (103 juta hektar), Kanada (78,4 juta hektar), Australia (58 juta hektar), Brasil (49,7 juta hektar) dan China (40,2 hektar).

Menurut kalkulasi para peneliti, hutan seluas 0,9 miliar hektar yang sudah sepenuhnya tumbuh akan bisa menyimpan 205 miliar ton karbon. Jumlah ini setara dengan lima kali jumlah karbon yang dihasilkan secara global pada 2018 atau dua per tiga dari 300 miliar karbon yang telah kita lepaskan ke atmosfer rejak Revolusi Industri.

Selain menyimpan karbon, hutan juga akan bisa meningkatkan biodiversitas, memperbaiki kualitas air dan mengurangi erosi. Crowther mengatakan, kita semua tahu bahwa mengembalikan hutan bisa berperan dalam upaya kita melawan Perubahan Iklim, tetapi kita tidak tahu seberapa besar dampaknya.

"Studi kami dengan jelas menunjukkan bahwa restorasi hutan adalah solusi Perubahan Iklim terbaik saat ini. Namun kita harus bergerak dengan cepat karena hutan baru butuh waktu berdekade-dekade untuk tumbuh besar dan mencapai potensi mereka yang sebenarnya sebagai penyimpan karbon alami,” ujarnya.

Crowther juga mengatakan bahwa biaya restorasi pohon bisa berbeda-beda. Namun bila setiap pohon membutuhkan biaya 0,30 dollar AS atau sekitar Rp 4.200, Maka dibutuhkan sekitar 300 miliar dollar AS atau sekitar Rp 4.216 triliun untuk melakukannya.
Komentar

Tampilkan

Terkini

Wisata Jabar

+