Header Menu

Terjadi Angin Puting Beliung Di Pantai Selatan Sayang Heulang Santolo Garut Selatan

GARUTSELATAN.INFO - Warga garut selatan kini sedang dihebohkan dengan munculnya angin puting beliung di atas lautan. Angin itu muncul di dekat pantai sayang heulang sore ini 2 januari 2020.

Foto Waterspout Sayang Heulang

Kejadian Ini Menyebabkan rasa was-was, sebab ukuran angin yang tergolong besar ditambah langit yang gelap, membuat suasana kian mengerikan.

Ok, Apa sih angin puting beliung yang terjadi di tengah laut ini??

Angin ini di sebut Basically, waterspout adalah angin puting beliung dengan bentuk kolumnar yang kuat dan berada di atas permukaan air. Waterspout terhubung dengan beberapa awan, seperti cumulus congestus, kumuliform dan kumulonimbus. Dibanding angin puting beliung yang terjadi di daratan, daya waterspout lebih kecil dan lemah.

Biasanya, waterspout terjadi di daerah tropis dan sub-tropis, namun dilaporkan juga terjadi di Selandia Baru, Australia dan Antartika.

Beberapa waterspout juga ditemukan terjadi di pantai timur Amerika Serikat dan pantai California. Tidak hanya di laut, waterspout juga kerap terjadi di danau dengan permukaan yang luas.

Setidaknya, terdapat lima tahapan terbentuknya waterspout. Pertama, pembentukan titik gelap di permukaan air. Lalu, terbentuknya pola spiral di permukaan air dan diiringi dengan pembentukan cincin semprotan. Setelahnya, ada pengembangan corong kondensasi dan berakhir dengan menghilangnya waterspout tersebut.
Baca Juga : Sejarah dan Mitos Gunung Dangur, Kecamatan Cisewu - Garut
Waterspout biasanya terbentuk selama akhir musim semi dan musim panas, dengan periode terbentuk pada kisaran jam 2 siang. Di Amerika Serikat sendiri, Florida adalah daerah paling rawan terbentuk tornado dan puting beliung. Di wilayah ini, setidaknya 400-500 tornado terbentuk setiap tahunnya. Ketinggian waterspout berkisar antara 18-22 ribu kaki.


Apakah Waterspout bisa membunuh kita yang tinggal di daratan? Jawabannya: sangat bisa! Meski tergolong lebih lemah dari tornado, waterspout juga bisa memberikan kerusakan yang fatal. Terlebih, bagi penduduk yang tinggal di tepi pantai.

Seperti yang terjadi di Penang, Malaysia pada 1 April 2019. Setidaknya, 50 rumah rusak akibat waterspout yang melanda daerah Tanjung Tokong. Waterspout ini terlihat berputar di pantai selama 5 menit, sebelum akhirnya melanda daratan. Menurut laman Channel News Asia, ini menyebabkan atap-atap rumah berterbangan dan menumbangkan banyak pohon. Untungnya, tidak ada korban jiwa yang terluka atas kejadian ini.

Ada tiga jenis waterspout yang perlu kamu ketahui. Yaitu non-tornadic, tornadic dan snowspout. Non-tornadic adalah tipe waterspout yang paling umum terjadi. Jenis ini sering ditemui di iklim tropis dan sub-tropis, dengan lebih dari 400 kejadian per tahun. Mereka biasanya bergerak lambat dengan kecepatan 30 meter per detik dan berdurasi kurang dari 20 menit.
Baca Juga : Wisata Alam : Curug Citiis, Tarogong Kaler - Garut
Yang kedua adalah tipe tornadic. Tipe ini terbentuk dari mesocyclones dengan cara yang mirip tornado, namun terjadi di atas air. Waterspout jenis ini kerap ditemui di laut Adriatik, Aegean dan Ionia, dengan persentase jumlah lebih dari separuh dari jenis lainnya.

Dan yang terakhir adalah snowspout, yang dikenal dengan julukan tornado salju. Jenis ini yang paling jarang ditemui. Sangat sedikit fenomena snowspout yang tertangkap kamera, sejauh ini hanya ada enam kejadian yang berhasil diabadikan, di antaranya adalah di daerah Ontario, Kanada.

Berita Menarik

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel 3