Iklan

Bulan April Ini Langit Akan Dihiasi Supermoon Hingga Hujan Meteor

Garut Selatan
Sabtu, 04 April 2020, 06:16 WIB Last Updated 2020-04-03T23:16:43Z
GARUTSELATAN.INFO-  Di bulan april ini langit kita akan banyak dihiasi oleh fenomena fenomena  hujan meteor hingga supermoon

    Ilustrasi : meteor berjatuhan

Supermoon atau Super Pink Moon 

Supermoon muncul ketika bulan purnama terjadi di malam yang sama bulan mencapai posisi terdekatnya dengan bumi alias perigee. Posisi terjauhnya disebut apogee. Pada April ini, puncak bulan purnama akan terjadi pada 8 April mendatang. Dikutip dari Majalah Smithsonian, bulan purnama pada April memiliki nama lain pink moon.

Nama "pink" merujuk pada bunga liar berwarna merah muda bernama creeping phlox yang mekar di awal April. Ini artinya warna bulan tetap akan sama seperti biasanya. Oranye keemasan saat rendah di langit, lalu semakin terang sehingga menjadi putih saat tinggi. Yang berbeda adalah besarannya saat supermoon terjadi. Penampakan bulan akan 7% lebih besar dan 15% lebih terang dari biasanya.

Hujan Meteor Lyrids 

Hujan meteor Lyrid terjadi pada 16-30 April dan akan mencapai puncaknya pada 21-22 April.
Ini artinya bertepatan dengan peringatan Hari Bumi atau Earth Day yang jatuh pada 22 April.
Ini akan menjadi hujan meteor terbesar sejak Januari dengan perkiraan 15-20 meteor per jam. Hujan meteor Lyrid tercipta dari serpihan komet Tatcher.
Nama Lyrid merujuk pada konstelasi Lyra, lokasi hujan meteor ini terjadi.

Hujan meteor ini telah diobservasi lebih dari 2600 tahun.
Di Lihat Dari Dokumen dari Tiongkok menyatakan “bintang jatuh seperti hujan” pada 687 sebelum masehi. Namun, hujan meteor Lyrid melemah di masa-masa ini.
Fenomena ini terjadi kurang dari sehari, dengan penampakan 10-20 meteor per jam.

Meski begitu, pada 1982, penampakannya sempat mencapai 90 meteor dalam satu jam, dan 180-300 meteor dalam beberapa menit.
Penampakan 100 meteor per jam pernah terjadi pada 1922. Penampakan yang tak bisa diprediksi ini membuat hujan meteor Lyrids menarik untuk ditunggu.

Bagi yang ketinggalan untuk menyaksikan fenomena langit ini maka harus menunggu sekitar dua pekan untuk mendapat peluang melihat hujan meteor Eta Aquarids yang terjadi di konstelasi Akuarius.
Hujan meteor ini tercipta dari serpihan komet Halley. 

Bulan Baru 

Bulan baru alias New moon adalah fenomena ketika bulan dan matahari berada di posisi yang sejajar. Dalam astronomi, New moon adalah fase pertama penampakan bulan.
Pada fase ini, bulan tak terlihat dari bumi. Fenomena new moon terjadi setiap bulan karena bulan membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk mengorbit bumi.

Saat fenomena ini terjadi, bulan tidak bisa terlihat dengan mata telanjang, kecuali dengan peralatan khusus dan pengalaman memotret bulan.
Mengutip Earth Sky, beberapa orang menggunakan istilah new moon untuk bulan sabit tipis yang terlihat di barat sesaat setelah matahari tenggelam.

Sebetulnya, fenomena ini terjadi sehari atau dua hari setelah new moon. Dalam astronomi, bulan sabit tipis tersebut dikenal dengan nama young moon alias bulan muda.


Komentar

Tampilkan

Terkini

Wisata Jabar

+