Iklan

Viral Video Jatuhnya Meteor Di Tiga Wilayah Indonesia, Simak Penjelasan Lapan

Garut Selatan
Senin, 11 Mei 2020, 08:49 WIB Last Updated 2020-05-11T01:52:01Z
GARUTSELATAN.INFO- Baru baru ini Dunia maya kembali di hebohkan dengan beredarnya video yang mengklaim jatuhnya meteor di tiga wilayah.

Sreenshoot video unggahan twitter

Seperti yang telah di lansir dari kompascom, Dalam keterangan video, disebutkan bahwa meteor tersebut jatuh di tiga tempat, yaitu Surabaya, Madura, dan Papua. Sementara pembicaraan dalam video menyebutkan bahwa video itu diambil di Sidosermo, Surabaya.

 "Ya Allah Sidosermo Surabaya ya Allah.. Subhanal quddus.. Subhanal quddus.. Subhanal quddus.. Rabbanal quddus.. La ilaha illallah Muhammadar rasulullah...," kata orang dalam video tersebut. Berikut narasi lengkap yang dibagikan bersama video tersebut: Meteor jatuh di 3 tempat madura, dan Papua Serta Surabaya

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaludin memastikan bahwa video yang beredar di media sosial itu tersebut merupakan video editan.

Baca Juga: Info Terbaru, Gelombang 4 Kartu Prakerja Kapan di Buka? Yuks Cek

Selain itu, lanjut Thomas, video tersebut juga telah diedit ke beberapa versi dengan narasi yang berbeda. "Itu sudah dimodifikasi itu, itu editan. Karena saya sudah dapat informasi bahwa itu ada versi bahasa Inggris-nya," kata Thomas saat dikonfirmasi, Sabtu (9/5/2020). "Saya terima informasi pertama kali dengan video yang sama di Merauke, kemudian ada lagi yang mengirim video yang sama di Aceh, ada lagi yang mengirim dengan video yang sama di Jawa Timur, macam-macam," lanjut dia. Ia menjelaskan, benda yang terlihat pada video itu bukan meteor, melainkan sampah antariksa yang jatuh ke bumi.

Ia menjelaskan, benda yang terlihat pada video itu bukan meteor, melainkan sampah antariksa yang jatuh ke bumi. Thomas memastikan, sampah antariksa itu tidak jatuh di wilayah Indonesia. Menurut dia, sampah antariksa biasanya bekas roket yang meluncurkan satelit. Setelah sekian lama, benda itu menjadi sampah antariksa dan masuk ke atmosfer.

"Itu sampah antariksa yang jatuh di suatu tempat, bukan di Indonesia. Tapi saya belum menemukan kejadian persisnya di mana," kata dia.  Thomas menyebutkan, benda itu akan terbakar dan pecah ketika berada pada ketinggian sekitar 120 kilometer dari Bumi. Serpihan-serpihan yang terbakar di sekitar obyek juga menguatkan bukti bahwa benda yang jatuh itu adalah sampah antariksa. Menurut Thomas, sampah antariksa akan berbahaya jika jatuh di permukiman. Namun, probabilitasnya sangat kecil dan belum pernah terjadi.

"Kalau kena permukiman sih bahaya, tapi probabilitasnya kecil sekali. Bumi kan luas sekali. Selama ini belum ada kasus sampah antariksa yang jatuh di fasilitas manusia," kata Thomas.

Komentar

Tampilkan

Terkini

Wisata Jabar

+