-->

Iklan

Pria Garut Sediakan Internet Murah untuk Satu Kampung di Cilimushideung

Garut Selatan
Rabu, 22 Juli 2020, 16:02 WIB Last Updated 2020-07-22T09:02:48Z
Seorang pria bernama Budi Hermawan (44) warga Kampung Cilimushideung, Desa Mekarsari, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut menggagas layanan internet murah lewat Badan Usaha Milik Kampung (BUMKA).

Budi Hermawan, Sediakan Internet Murah untuk Satu Kampung di Cilimushideung

Akibat adanya pandemi Covid-19, pemerintah telah memutuskan untuk menunda proses belajar mengajar secara tatap muka bagi para peserta didik dan mengharuskan siswa belajar di rumah secara mandiri. Namun, kendala dilapangan tidak semua daerah di Garut memiliki akses internet.

Selain sulit jaringan internet ada lagi kendala lain seperti yang dikeluhkan oleh para orang tua mengenai biaya paket internet mahal yang bisa menambah beban pengeluaran keluarga. Hal itulah yang dirasakan para warga di Kampung Cilimushideung.

Perlahan namun pasti saat ini kendala jaringan internet sudah mampu diatasi dengan tersedia paket internet murah seharga Rp. 33.000 per bulan untuk warga di Kampung Cilimushideung yang digagas oleh Budi Hermawan.

Menurut Budi, penyediaan internet murah didapatnya dengan cara membeli paket internet dari Telkom dalam jumlah besar. Setelah itu, ia secara swadaya membangun jaringan kabel fiber optik serta akses poin agar warga bisa mendapatkan layanan internet.   

Budi merupakan seorang praktisi internet sejak 15 tahun lalu, ia mengaku sangat miris dengan masih minimnya internet yang ada di kampungnya. Ia mengatakan, meski secara teori sangat sederhana, namun dalam praktiknya membutuhkan peralatan khusus untuk membangun jaringan fiber optik dan access point. 

Rekomendasi Penting :



"Berbagai peralatan perlu ada seperti alat penyambung, konektor dan lainnya dengan harga lumayan mahal, bisa sampai Rp. 300 juta," kata Budi. Selain peralatan untuk membangun jaringan diperlukan juga satu unit Komputer yang berfungsi untuk membagikan bandwidth ke tiap-tiap access point yang telah dibangun.

Saat ini, server yang digunakan masih terbilang kecil, hanya cukup untuk sekitar 3.000 pengguna. “Tapi kita sudah beli server yang besar, harganya mencapai Rp 60 juta, ini disiapkan kalau jaringan sudah bisa sampai ke tiga desa di sekitar sini,” ungkapnya.

Mengenai Kendala ISP Budi mengakui, jaringan internet yang dibangunnya memang tak berizin karena belum memiliki Internet Service Provider (ISP) sendiri. Namun, menurutnya, jika harus memenuhi perizinan ISP, Bumka seperti yang dibangunnya, tidak akan sanggup memenuhi persyaratan. “Dari Telkom saya bayar, tidak maling,” katanya. 

Budi mengakui, selama ini dirinya memang menjual layanan internet tersebut kepada warga setelah ia berhasil membangun jaringan kabel fiber optik dan access point sendiri. Semua itu dilakukannya karena memang ada investasi yang ditanamkan untuk membangun jaringan dan membeli berbagai peralatan. 

“Paket internetnya murah, masih terjangkau oleh warga. Kalau nanti jaringannya sudah sampai ke tiga desa, untuk di Cilimushideung akan kita gratiskan, biar warga bebas internetan. Kalau sekarang, masih bayar untuk bantu-bantu operasional,” pungkasnya. 

Komentar

Tampilkan

Terkini

Wisata Jabar

+