Header Menu

Keindahan Pantai Sancang Plus Misteri Prabu Siliwangi

GARUTSELATAN.INFO - Pantai Sancang terletak di Desa Sancang Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat, Indonesia.

Pantai Sancang [foto : arinsution]

Pantai Sancang merupakan bagian dari cagar alam berupa hutan lindung, sungai dan pantai. Bagi anda yang ingin mengunjungi Pantai Sancang akan melewati hutan lindung sancang terlebih dahulu yang kaya akan flora dan fauna. Setelah memasuki area hutan anda akan merasakan kesejukan yang luar biasa dengan menghirup oksigen yang bersih alami berbeda dengan udara di daerah perkotaan yang sudah tercemar polusi udara dan lain-lain.

Jika anda telah sampai di hutan sancang, suasana tenang bisa anda nikmati dengan diiringi suara duburan ombak pantai yang bisa membuat anda betah disana dan ingin berlama-lama. Total luas kawasan cagar alam mencapai 2.913 hektar untuk kawasan hutan dan kawasan pantai sekitar 200 hektar. Kawasan hutan sancang merupakan tetangganya Pantai Cijeruk Indah yang merupakan bagian dari cagar budaya yang terbagi menjadi 3 bagian yakni hutan dataran rendah, hutan mangrove dan cagar alam pantai.
Untuk bisa sampai di Pantai Sancang Garut Selatan anda bisa melalui jalur setapak dengan memasuki kawasan hutan lalu akan sampai di Pantai Cijeruk Indah selanjutnya akan menyebrangi sebuah sungai Cijeruk dengan menggunakan getek nelayan setempat. Getek tersebut dapat megangkut orang ataupun kendaraan roda dua (motor). Hutan ini menyediakan jalan setapak yang lumayan memadai bagi anda yang ingin membawa motor maupun berjalan kaki.

Jika ingin menikmati Pantai Sancang beserta alam sekitarnya silahkan anda berkeliling agar lebih mengenal tentang sancang dan misteri yang menyelimutinya. Menginjakan kaki di pasir putih serta menyusuri kawasan Pantai Sancang memang memerlukan waktu yang lumayan lama karena lokasi ini sangat luas.

Pantai dan Hutan Sancang [foto : aqwamhm]

Legenda yang pada awal kisahnya bercerita tentang perselisihan antara Prabu Siliwangi dan putranya Raden Kiansantang tentang perbedaan keyakinan masing-masing dan kiansantang mengajak ayahnya Siliwangi untuk memeluk keyakinan yang dianutnya. Hingga pada akhirnya Prabu Siliwangi mengikuti keyakinan putranya dan masuk memeluk agama islam, namun untuk memenuhi syarat wajib telah memeluk agama islam harus dilaksanakan sunat (Khitan/potong ujung kemaluan) tetapi ternyata Siliwangi enggan melaksanakan sunat tersebut sampai ia dikejar-kejar oleh kiansantang.

Menilik dan menjelajah hutan sancang dengan misteri di dalamnya hutan ini merupakan tempat berlarinya Prabu Siliwangi dan para pengikutnya karena tidak mau melaksanakan sunat (potong ujung kemaluan) oleh putranya sendiri Raden Kian Santang. Setelah tiba di hutan inilah konon Prabu Siliwangi dan Pengikutnya merubah wujud menjadi Harimau Putih dan Pengikutnya berubah menjadi Harimau Loreng. (Wallahua'lam)"


Prabu Siliwangi merupakan salah seorang raja yang terkenal di Jawa Barat yakni pada Kerajaan Padjadjaran. Bahkan legenda tersebut sangat dikenal oleh masyarakat sekitar teruatama oleh masyarakat adat disana. Pohon Kaboa diyakini menjadi tempat adanya Prabu Siliwangi yang telah tileum (menghilang di Hutan Sancang) yang masih berdiri kokoh memenuhi pinggir pantai yang secara mitos dimana ada Pohon Kaboa disitulah Prabu Siliwangi pernah ada.

Pantai Sancang [foto : irmakusuma.dewi]

Pohon Kaboa hanya tumbuh di Pantai Sancang menggenapi berbagai Petilasan (Bekas Singgah) Sang Prabu seperti Batu Cikajayaan, Karang Gajah dan Lokasi Pohon Kaboa tempat itu dianggap suci sehingga tak seorangpun berani merusaknya. "Siapa yang berani merusak, Harimau Sancang siap-siap menerkam meski pada kenyataanya harimau tersebut jarang ditemui," kata Ketua Pengawas Sancang (Abidin).

Konon pada suatu saat Raden Kiansantang setelah pulang dari Tanah Arab penasaran ingin menjajal kesaktian ayahnya Prabu Siliwangi. Dikejarlah Prabu Siliwangi dari Cirebon, Godog Garut, Gunung Geulap Pameungpeuk, Cilauteureun dan Santolo lalu siliwangi menyelam ke dasar laut sampai muncul di laut Sancang yang terus dikejar Kiansantang akan tetapi sampai disana tidak menjumpai Siliwangi yang ada hanya prajurit-prajurit Siliwangi. 

Lalu, Kiansantang bertanya dimana Siliwangi berada dan prajuritpun hanya bisa menggelengkan kepala. Seketika itu pula Kiansantang melihat kayu tegak (berupa tongkat) menancap di pinggir pantai. Kiansantangpun berujar jangan-jangan itulah Siliwangi (kayu tegak). "Boa-boa ieu Siliwangi (Mungkin ini Siliwangi) gumamnya.

Pantai Sancang [foto : nami_abi_ujang]

Atas prasangka itulah Kiansantang mengeluarkan perintah kepada siapa yang mengikuti dirinya akan terus menjadi manusia sementara yang mengikuti ayahnya akan menjadi pohon. Maka jadilah pengikut Siliwangi menjadi pohon yang sekarang disebut Pohon Kaboa. Mungkin dari Boa-boa Siliwangi (Siapa tau dia Siliwangi) sehingga pohon tersebut dinamakan Pohon Kaboa. "Ucap Abidin.

Bagi anda penggemar suasana alam dengan kondisi masih alami/asri dengan kegiatan berswa foto di alam, Pantai Sancang bisa jadi salah satu tempat yang cocok. Sedangkan di dalam Hutan Sancang terdapat pohon dengan kategori sangat langka yaitu Pohon Meranti Merah dan Pohon Kaboa karena demikianlah hutan ini sangat dilindungi.

Rute Menuju Lokasi

# Garut - Cikajang - Pameungpeuk - Cibalong - Sampai di Pantai/Hutan Sancang.
# Jakarta - Bandung - Pangalengan - Cisewu - Rancabuaya - Pameungpeuk - Cibalong - Sampai di Pantai/Hutan Sancang.
# Jawa Tengah - Ciamis - Tasik - Cibalong - Sampai di Pantai/Hutan Sancang.

Tiket Masuk

Untuk Harga Tiket Masuk menuju Pantai/Hutan Sancang sekitar Rp. 10k/orang. 

Related Search : 
  • Pantai Sancang
  • Luas Kawasan Pantai 200 Hektar
  • Pantai/Hutan Sancang Merupakan Hutan Lindung 
  • Total Luas Kawasan Cagar Alam Mencapai 2.913 Hektar
  • Hutan Dataran Rendah
  • Hutan Mangrove 
  • Cagar Alam Pantai
  • Pohon Kaboa 
  • Batu Cikajayaan
  • Karang Gajah
  • Pohon Meranti Merah 

Berita Menarik

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel 3